Airport Tax di Lima Bandara Naik Mulai 1 April

Pengelola bandara menaikkan airport tax untuk menjaga kualitas pelayanan kepada penumpang.
ADA yang mengusik benak Wardoyo ketika ia ber ada di ruang tunggu Bandara Juanda, Surabaya, kemarin.Bukan desain kursi yang kini lebih nyaman. Tidak juga senyum ramah petugas imigrasi dan satuan pengamanan.

Pensiunan pegawai negeri berusia 60 tahun itu ternyata baru menyimak pengumuman dari PT Angkasa Pura (AP) I yang menaikkan tarif pelayanan jasa penum pang pesawat udara (airport tax) di lima bandara di bawah pengelolaan BUMN tersebut mulai 1 April 2014 (lihat grafik).

Untuk Bandara Juanda, kenaikan air port tax rute domestik mencapai 87% dari Rp40 ribu menjadi Rp75 ribu, sedangkan penumpang rute internasional dari Rp150 ribu menjadi Rp200 ribu (naik 34%).

“Saya terkejut karena kenaikan airport tax itu tinggi. Seharusnya tidak demikian,“ keluh Wardoyo kepada Media Indonesia.

Sebelumnya, PT AP I pada 25 Maret mengeluarkan surat edaran penaikan airport tax di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Bandara Internasional Juanda, Surabaya, dan Bandara Internasional Sepinggan, Balikpapan, Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, dan Bandara Internasional Lombok Praya mulai 1 April.

“Penaikan tarif untuk menjaga kualitas pelayanan kepada penumpang dan pengguna jasa bandara serta besarnya investasi pembangunan dan pengembangan bandara,” kata Sekretaris Perusahaan PT AP I Farid Indra Nugraha.

Hanya, untuk Bandara Ngurah Rai, Denpasar, tarif baru airport tax domestik diberlakukan mulai 1 Agustus karena sebagian gedung bandara di Pulau Dewata itu sedang direnovasi.

PT AP II juga akan menempuh langkah serupa di Bandara Kualanamu di Deli Serdang, Bandara Depati Amir di Pangkal Pinang, dan Bandara Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru dalam waktu dekat.

Kepuasan publik Saat menanggapi penaikan airport tax di sejumlah bandara, Ketua Pengurus Harian YLKI Sudaryatmo berharap manajemen memberikan informasi rinci kepada konsumen ihwal peningkatan fasilitas.
Adapun anggota Komisi V DPR Nusyirwan Soejono mengatakan airport tax saat ini sudah harus dinaikkan. “Pengembangan bandara itu menyangkut kepuasan publik.“

Pengamat penerbangan Ruth Hanna Simatupang menilai penaikan airport tax masih wajar karena pemerintah belum mampu menjadikan bandara sebagai sustainable commercial area.

Sementara itu, Direktur Proyek Komersial Citilink Hans Nu groho mengakui pihaknya menyesuaikan harga tiket berdasarkan surat edaran dari PT AP I sesuai dengan tenggat. (Riz/Ire/ Mus/HS/OL/X-3/MEDIA INDONESIA,29/03/2014;HAL:2)

About AdeS

Manager Gloria Rent Car Cabang DKI Jakarta. AdeS
This entry was posted in News and tagged . Bookmark the permalink.