Sopir Angkot Nakal di Depok Ditindak

“Dengan ditempelkannya stiker sosialisasi kenaikan tarif, diharapkan tidak ada lagi angkot nakal.”
Nasrun ZA Sekretaris Dishub Kota Depok

DINAS Perhubungan (Dishub) Kota Depok, Jawa Barat, menemukan sopir angkutan kota (angkot) yang menaikkan tarif di atas ketentuan, yaitu 25%. Adanya sopir angkot nakal terpantau ketika dishub setempat menurunkan tim pemantau tarif baru angkot yang berlaku efektif mulai tanggal 24 November 2014.

Sekretaris Dishub Kota Depok Nasrun ZA mengatakan tim yang diturunkan terdiri dari pegawai Dishub Kota Depok yang sengaja menumpang angkot tanpa mengenakan pakaian dinas.Tujuannya untuk memantau sopir angkot nakal. “Di setiap angkot kita tempatkan satu pegawai,“ kata Nasrun kepada Media Indonesia.

Pariwara : Intanamaris juga melayani rental mobil Depok untuk anda yang membutuhkan transportasi ekslusive.

Ia menyebutkan sopir nakal itu menaikkan tarif sebesar Rp2.000 atau lebih tinggi dari kententuan. Seharusnya, dengan kenaikan tarif sebesar 25%, awak angkot hanya boleh menaikkan tarif ratarata Rp1.000. “Sopir nakal itu langsung kita tegur. Identitas sopir dan nomor kendaraannya juga dicatat untuk tindakan lebih lanjut,“ ujarnya.

Selain menindak sopir nakal, petugas menempelkan stiker berisi daftar tarif resmi pada angkot yang melayani 19 rute di Terminal Depok, di Jalan Margonda Raya. Stiker tarif baru itu ditempelkan pada pintu 2.824 angkot yang beroperasi di Depok.

“Dengan ditempelkannya stiker sosialisasi kenaikan tarif sesuai surat keputusan (SK) wali kota di angkot, diharapkan tidak ada lagi angkot yang nakal menaikkan tarif semaunya karena penumpang dapat menolak jika dimintai ongkos lebih tinggi,“ ujar Nasrun.

Kenaikan tarif angkot di Depok sebesar 25% berdasar kan kesepakatan bersama antara pemkot dan Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Kota Depok. Dengan kenaikan itu, angkot D-6 jurusan Simpang Depok-Terminal yang semula Rp4.000 menjadi Rp5.000. Angkot 04 jurusan Depok Timur-Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dari Rp5.000 menjadi Rp6.000.Begitu juga angkutan antarprovinsi jurusan Kampung Rambutan-Bogor naik dari Rp5.000 menjadi Rp6.000.

Sementara itu, Riska, 22, salah seorang penumpang angkot D-6 jurusan Simpang Depok¬Terminal, mengaku tidak keberatan dengan penaikan tarif Rp1.000 per penumpang.Ia menilai penaikan itu wajar bila dibandingkan dengan kenaikan harga BBM.

Sebelum Pemkot Depok mengeluarkan keputusan tentang penaikan tarif, kata Riska, sopir angkot menaikkan tarif mulai Rp2.000 hingga Rp2.500 per penumpang. Bahkan sopir tidak segan-segan menurunkan penumpang di tengah jalan jika menolak membayar ongkos yang ditentukan secara sepihak itu.

Menurutnya, sebelum ada tarif resmi, ongkos dari Simpang Depok ke Terminal yang biasanya Rp4.000 menjadi Rp6.000, sedangkan untuk rute Depok Timur ke Pasar Minggu yang semula Rp5.000 per penumpang menjadi Rp7.000. (KG/J-3) Media Indonesia, 25/11/2014, halaman 6

About AdeS

Manager Gloria Rent Car Cabang DKI Jakarta. AdeS
This entry was posted in Transportasi and tagged . Bookmark the permalink.