Bus Gratis masih Sepi Peminat

Pembatasan sepeda motor mulai diuji coba sehingga jalur alternatif padat. Dishub mengklaim kebijakan itu membuat pelanggaran oleh kendaraan roda dua berkurang.

BUS gratis yang disediakan untuk pe ngendara sepeda motor pada hari pertama perberlakuan larangan kendaraan bermotor roda dua melintas di Jalan MH Thamrin-Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, masih sepi peminat.

Namun, di sejumlah jalan alternatif yang masih bisa dilalui sepeda motor terjadi kemacetan karena pengendara beramairamai melalui jalur tersebut. Kondisi itu diperparah oleh maraknya lokasi parkir liar lantaran pesepeda motor memilih parkir di lokasi terdekat dengan gedung tempat mereka beraktivitas.

Berdasarkan pemantauan, tidak terjadi penumpukan penumpang dari pengendara motor yang berpindah ke bus gratis seperti yang dikhawatirkan sebelumnya. Halte bus gratis di Bundaran Hotel Indonesia (HI), tepatnya di depan Plaza Indonesia, sejak pagi juga lengang.

Di antara beberapa calon penumpang yang berada di halte itu tidak satu pun pengendara motor yang sengaja berpindah menggunakan bus setelah memarkir kendaraan mereka di lokasi parkir.

Seluruh calon penumpang mengaku mereka setiap hari sengaja memanfaatkan layanan moda angkutan massal gratis itu untuk menuju tempat kerja masing-masing.“Sebelum ada larangan sepeda motor lewat jalan protokol ini, saya memang naik bus dari sini. Informasinya bahwa bus gratis juga dipakai buat menampung pemotor sudah saya dengar,“ kata Susi Borna, seorang calon penumpang bus gratis yang akan menuju kantornya di Jl Hayam Wuruk, kemarin.

Bus City Tour yang juga dioperasikan untuk melayani pengendara sepeda motor pada rute Bundaran HI-Jl Gajah Mada-Bundaran HI tidak dimanfaatkan optimal. Setelah peBANYAK pengendara sepeda motor mencoba menerobos Jalan MH Thamrin-Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Padahal uji coba larangan sepeda motor melintasi jalur itu telah diberlakukan, kemarin.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan pengendara yang mengaku tidak mengetahui perihal kebijakan tersebut kemudian dihalau petugas dan diarahkan ke jalur alternatif. “Banyak masyarakat yang sudah tahu (rencana uji coba) dan ada juga yang tidak tahu. Tetap numpang yang menunggu di halte Bundaran HI naik, bus tingkat berkapasitas 60 tempat duduk itu selama perjalanan menuju Simpang Harmoni hanya dinaiki lima penumpang tambahan.

Pemandu wisata bus City Tour, Septi Citra, mengatakan sejak bus beroperasi pukul 06.00 WIB tidak terjadi lonjakan penumpang ketimbang hari sebelum kebijakan pembatasan sepeda motor diberlakukan.“Jumlah penumpangnya sama saja seperti sebelumnya,“ katanya. Pindah bus Sepinya calon penumpang juga terlihat di halte bus Harmoni. Bus Trans-Jakarta yang juga dioperasikan untuk mengangkut pengendara sepeda motor dalam keadaan kosong. Setelah ada sejumlah penumpang dan bus bergerak ke arah Bundaran HI, awak armada mempersilakan penumpang pindah ke bus lain saat tiba di halte Monumen Nasional. Alasannya supaya lebih cepat sampai ke tempat tujuan.

Syaiful, petugas onboard Trans-Jakarta, mengatakan sejak beroperasi hingga pukul 10.00 WIB bus sudah melakukan tiga kali perjalanan. Jumlah penumpang paling banyak 15 orang setiap perjalanan. “Mungkin (sepi) karena hari pertama,“ tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Muhammad Akbar menyatakan hari pertama pembatasan sepeda motor berdampak pada berkurangnya angka pelanggaran lalu lintas di jalur tersebut.Namun, ia mengakui tujuan utama, yakni mengalihkan pengguna kendaraan pribadi ke angkutan umum belum tercapai.

Kepala Bidang Angkutan Darat Dishub DKI Emanuel Kristanto menjelaskan, pada tahap awal pemberlakuan kebijakan itu diterjunkan 15 bus gratis yang terdiri atas 10 bus single Trans-Jakarta dan 5 bus City Tour. Kendati jumlah penumpang yang memanfaatkan layanan bus itu sedikit, bus gratis tetap akan ditambah pada 2015 sebanyak 70 unit. (Put/AF/J-3) Media Indonesia, 18/12/2014 halaman 9

About AdeS

Manager Gloria Rent Car Cabang DKI Jakarta. AdeS
This entry was posted in Transportasi and tagged . Bookmark the permalink.