Penumpang tidak Punya Pilihan

PENUMPANG angkutan umum di Jakarta pasrah atas pemberlakuan tarif baru pascapenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Namun, mereka minta awak angkutan tidak menaikkan tarif di atas ketentuan karena kenaikan tarif angkutan reguler sebesar Rp30 persen atau sekitar Rp1. 000 dinilai wajar.

“Setuju enggak setuju (atas penaikan tarif). Mau bagaimana lagi. Kalau (tarif) enggak dinaikkan, sopir angkutannya yang rugi. Tapi kalau kenaikannya Rp1. 000, masih wajar lah, jangan sampai lebih,“ kata Gita, 28, pengguna angkutan umum, saat ditemui di Terminal Blok M, Jakarta Selatan, kemarin. Kenaikan tarif bus reguler di Jakarta diberlakukan sejak Senin (24/11) lalu.

Penumpang lainnya, Lita, 18, salah seorang mahasiswa di kawasan Pasar Minggu, mengaku kenaikan tarif angkutan umum memaksa ia meminta uang transportasi lebih kepada orangtuanya. “Sebenarnya saya tidak setuju dengan kenaikan tarif karena saya harus minta uang lebih kepada orangtua. Enggak ada pilihan lain. Mau naik angkutan umum atau naik kendaraan pribadi, sama saja. Harga BBM-nya memang udah naik,“ katanya.

Sementara itu, Andika, 16, murid Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2I, Pulo Gadung, Jakarta Timur, mengaku kenaikan tarif sangat memengaruhi uang sakunya. Ia terpaksa harus mengeluarkan ongkos angkutan umum yang ditumpanginya sebesar Rp1. 000, padahal uang saku dari orangtuanya tidak bertambah.

“Saya biasa bayar ongkos angkot Rp2. 000 setiap pergi dan pulang sekolah, sekarang sopir minta Rp3. 000. Naik Rp1. 000 sekali jalan, kalau sebulan, udah berapa,“ ucap Andika.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Muhammad Akbar mengancam mencabut izin trayek angkutan umum yang menaikkan tarif melebihi yang diputuskan yakni 30 persen dari tarif semula atau Rp1. 000. Menurutnya, tarif angkutan umum yang mulai berlaku sejak Senin (24/11) telah disepakati bersama dengan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Organda DKI Jakarta serta Dewan Transportasi Kota Jakarta sehingga tidak ada alasan angkutan umum keberatan soal kenaikan tarif itu.

Ketua DPD Organda DKI Jakarta Safruan membenarkan kenaikan tarif angkutan umum Rp1. 000 dan telah diundangkan melalui peraturan gubernur merupakan kesepakatan dengan organisasinya. (Nel/AF/Put/J-3) Media Indonesia, 27/11/2014, halaman 9

About AdeS

Manager Gloria Rent Car Cabang DKI Jakarta. AdeS
This entry was posted in Transportasi and tagged . Bookmark the permalink.