JAKARTA PUSAT Nomor Kendaraan Penerobos Dicatat

RATUSAN personal gabungan dari Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta masih menjaga kawasan bebas kendaraan bermotor roda dua. Lokasi berada di Jl MH Thamrin hingga Jl Medan Merdeka Barat.

Pada hari kedua uji coba, kemarin, masih ditemukan ratusan pengendara yang coba menerobos jalur tersebut. Dengan cekatan petugas langsung menghalau laju pengendara dan mengimbau untuk berputar dan mengambil jalan alternatif.

Kasubdit Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKB Hindarsono mengatakan pihaknya tetap tidak memberikan sanksi. “Namun, kali ini kita evaluasi dengan mencatat pelat nomor sepeda motor yang masuk ruas jalan itu.Hanya (pencatatan) untuk data saja,“ kata dia.

Pada hari pertama pelaksanaan uji coba, Rabu (17/12) mulai pukul 06.00 hingga 14.00 WIB, petugas memberi teguran kepada 197 pengendara yang tetap memaksa melintas di kawasan tersebut.Selain itu, polisi yang berjaga juga berhasil mengarahkan 150 pengendara untuk menempuh jalur alternatif.

Sementara itu, Rabu (17/12) pukul 14.00 hingga Kamis (18/12) pukul 06.00, petugas melontarkan teguran kepada 314 pengendara yang tetap membandel.

“Pada hari kedua ini kendaraan yang di-alihkan nihil.Mungkin sudah banyak yang tahu informasi uji coba ini,“ kata dia.E-money Adapun Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku menerima banyak keluhan dari pemotor terkait dengan kemacetan akibat berpindah ke jalur alternatif hingga mahalnya ongkos parkir karena tidak tersedianya lahan parkir gratis bagi pengendara yang beralih ke bus gratis.

Gubernur yang kerap disapa Ahok itu mengatakan akan membuat sistem parkir yang murah dan terintegrasi dengan bus Trans-Jakarta.Ia ingin setiap pengendara motor yang beralih ke kendaraan umum diberi kartu uang elektronik khusus untuk membayar tarif parkir di dalam gedung di sekitar jalur pembatasan motor. Kartu tersebut juga menjadi akses untuk menggunakan bus Trans-Jakarta.

“Kita sedang berpikir bagaimana tempat parkir itu hanya bayar sejam, tapi berlaku seharian,“ kata Ahok di Balai Kota.
Menurut Ahok, itu merupakan langkah untuk mengikat para pengendara agar perlahan beralih ke transportasi massal.
Namun, pengelola parkir Gedung Sarinah, Hifdi Ahmad, menyatakan tidak setuju dengan kebijakan parkir murah karena hal itu akan membuat penghasilannya menurun. Ia pun menyatakan harus ada kompensasi yang jelas jika kebijakan sistem parkir tersebut jadi dilaksanakan.

“Tidak bisalah. Kalau dibuat murah, karyawan mau makan apa? Ini memang bisa menguntungkan dia (Pemprov DKI) tapi buat kami apa?“ tanya Hifdi. (Gol/Put/J-1) Media Indonesia, 19/12/2014 halaman 6

About AdeS

Manager Gloria Rent Car Cabang DKI Jakarta. AdeS
This entry was posted in Transportasi and tagged , . Bookmark the permalink.